Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Bebaskan Diri dari Iklan Internet (yang) Mengganggu

Huff... rasanya agak berat sekaligus lega harus menuliskan topik ini. Pasalnya, pada dasarnya saya mengerti tentang kebutuhan usaha setiap orang untuk memperkenalkan produk dan atau jasanya pada masyarakat luas. Sayangnya kebutuhan ini terkadang dilakukan dengan berlebihan. Contoh kecilnya, sudah beberapa lama saya bersabar dengan banyaknya iklan yang menutupi hampir setiap halaman yang saya buka di browser kesayangan, Chrome.

Iklan memenuhi sisi kiri, dan bawah halaman.
Setiap kali berselancar membuka berbagai halaman di internet, browser saya dipenuhi iklan. Sisi kiri dan bawah halaman penuh dengan pop-up iklan. Awalnya saya bersabar dengan mengklik tombol 'X' (close) di setiap jendela pop-up, tapi begitu membuka halaman lain muncul lagi beberapa iklan yang sama. Capek harus berkali-kali menutup jendela iklan, akhirnya saya biarkan saja. Ternyata keputusan saya keliru, iklan-iklan itu muncul di hampir setiap halaman. Dan lagi, sering kali saya mengklik sebuah tautan di halaman, yang muncul malah halaman iklan...ternyata persoalan ini semakin mengesalkan. Saatnya untuk bertindak.

Saya mulai mencari cara menghilangkan iklan ini. Ternyata googling membuahkan hasil. Banyak orang mengalami masalah yang sama telah berbagi solusi menurut pengalaman mereka. Saya menemukan solusi pada blog ini. Cara menghilangkan iklan di browser Chrome ternyata adalah dengan menginstal AdBlock. Software ini dapat memfilter atau mem-block iklan yang muncul di setiap halaman.

Jumlah iklan yang diblock berdasarkan keterangan AdBlock
Caranya dengan masuk ke menu 'Setelan' pada Chrome, lalu pilih menu 'Ekstensi', dan klik 'dapatkan ekstensi lainnya'. Pada jendela yang muncul, ketik saja 'adblock' di kolom pencarian. Akan muncul beberapa pilihan, saya memilih AdBlock, AdBlock plus, dan AdBlock untuk Youtube. Kalau diperlukan ada juga ekstensi untuk memblok iklan di facebook dan website lainnya. Caranya dengan mengklik '+Gratis' di masing-masing pilihan ekstensi yang akan dipasang.

Hasilnya, iklan-iklan langsung hilang dari halaman browser. Perincian dari AdBlock menunjukkan jumlah iklan yang 'diatasi' dari sebuah halaman dan total iklan yang sudah berhasil diblok secara keseluruhan. Jumlahnya dalam satu halaman bisa lima sampai tujuh iklan. Dan sejak pemasangan hingga lima menit kemudian (sekitar lima kali loading) sudah terjaring 95 iklan! Terlalu banyak untuk dibiarkan.

Merasa sangat tertolong dengan AdBlock, saya pun memberi rating 4 pada revieunya. Pasalnya terkadang masih ada satu - dua iklan yang lolos, dan saat dicoba menggunakan fasilitas 'Blok sebuah iklan pada halaman ini', malah seluruh isi halaman hilang. Beruntung bisa diatasi dengan fasilitas 'Bekukan AdBlock'. Meskipun begitu, tetap saja secara keseluruhan fasilitas AdBlock dari google sangat membantu. Sekarang saya bebas dari 'iklan tanpa permisi' di browser saya.

Perkedel Kentang tanpa Telur

Perkedel tanpa telur matang (kiri) dan yang belum dilapisi larutan tepung kanji (kanan)
Sejak si kecil Naja usia satu tahun, makannya sudah bisa mengikuti makanan orang dewasa. Masaknya jadi lebih mudah karena nggak perlu nyiapin dua menu lagi. Tapi tantangan lain mulai datang. Semua masakan harus disesuaikan dengan kondisinya yang alergi telur, ayam, dan ikan laut. Jadi bingung sendiri mau masak apa selain tempe, tahu, daging merah, dan ikan tawar. Sudah lama nggak masak perkedel dan bakwan jagung juga karena harus ada telur untuk perekatnya.

Tapi ternyata, mudik lebaran membawa berkah. Jadi dapat pencerahan dari budhe di Malang yang jago masak, tentang tips memasak perkedel kentang tanpa menggunakan telur. Ternyata mudah sekali... tinggal ganti telur dengan larutan tepung kanji. Jadi, kentang yang sudah dibumbui dibaluri dengan larutan tepung kanji. Komposisinya saya pakai kira-kira saja, sekitar 1 sdm tepung kanji dengan 3 sdm air.

Awalnya pertama kali nyoba perkedelnya masih sering hancur. Lalu belajar dari tips membuat kue yang adonannya lunak, sebelum digoreng adonan perkedel kentang yang sudah dibentuk disimpan dulu di dalam kulkas. Sekitar 1 - 2 jam sudah cukup. Baru kemudian perkedel kentang siap dibaluri dengan larutan tepung kanji dan digoreng.

Tips larutan tepung kanji dan kulkas ini bisa bikin perkedel kentang jadi renyah di luar dan tetep utuh waktu digoreng. Berguna banget buat alternatif lauk untuk yang alergi telur. Resep lengkapnya nggak perlu diposting ya.. banyak banget variasi bumbunya, sesuai selera saja.